ADVERTISMENT

Info

Memahami Loyalitas Pelanggan, Penentu Kualitas Usaha Anda

Artikel ditulis olehCici Hokiku

Menjaga loyalitas pelanggan adalah aset terpenting bagi pelaku umkm. Pelanggan adalah kunci utama untuk mendukung keberhasilan bisnis dan untuk mendapatkan keuntungan besar dari usaha yang teman-teman UMKM jalankan.

Jika pelanggan merasa puas dengan layanan, produk atau segala hal yang terkait dengan bisnis.

Mereka akan melakukan repeat order di masa yang akan datang. Sebaliknya, jika mereka belum merasa puas atau kecewa, maka tidak akan ada lagi pembelian ulang dan hal ini akan merugikan teman-teman umkm sebagai pemilik usaha.

Menjaga loyalitas pelanggan tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan, tapi keharusan bagi pelaku UMKM.

Pelanggan loyal merupakan pelanggan yang akan terus membeli atau menggunakan produk dan jasa, sehingga merupakan sumber pendapatan pasti yang harus dipertahankan.

Loyalitas pelanggan juga bisa menjadi strategi marketing untuk menarik lebih banyak pelanggan dari rekomendasi yang mereka lakukan. Jadi apa yang harus di lakukan untuk menjaga loyalitas pelanggan?

Apa Itu Loyalitas Pelanggan

Berdasarkan arti harfiahnya, bisa dikatakan loyalitas pelanggan adalah kondisi di mana pelanggan secara rutin dan konsisten melakukan pembelian atas produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Saat pelaku umkm memiliki pelanggan setia, penjualan akan lebih mudah dipastikan.

Salah satu contoh besarnya peran pelanggan setia bagi sebuah bisnis dapat dilihat pada kasus fanboy Apple atau merek-merek besar lainnya.

Setiap kali ada produk baru dari merek tersebut, pelanggan tidak segan-segan mengantri panjang, bahkan hingga berhari-hari lamanya. Bahkan sebelum produk resmi beredar secara luas, tidak sedikit yang sudah melakukan pemesanan.

Berdasarkan Marketing Metrics, orang yang pernah membeli dari sebuah toko kemungkinan akan melakukan pembelian ulang di toko yang sama di masa yang akan datang. Kemungkinannya bahkan bisa mencapai 60-70%.

Kenapa Harus Mempertahankan Loyalitas Pelanggan?

Walaupun mencari pelanggan baru itu penting, tapi pelaku umkm tidak bisa mengandalkan hal tersebut dalam jangka panjang.

Karena riset membuktikan bahwa biaya mendapatkan pelanggan baru lima kali lebih mahal daripada biaya untuk mempertahankan pelanggan.

Ada banyak biaya yang perlu teman-teman umkm keluarkan saat menarik pelanggan baru. Contohnya seperti biaya iklan, biaya promosi, dan lainnya.

Kalau pelaku umkm terus-terusan menargetkan pelanggan baru, tentu anggaran pemasaran bisa tekor.

Selain memangkas biaya pemasaran, mempertahankan loyalitas pelanggan juga dapat memberi keuntungan yang lebih besar. Statistik menunjukkan, kalau 80% keuntungan bisnis di masa depan bisa berasal dari 20% pelanggan yang loyal.

Sebelum membahas tentang bagaimana cara yang tepat untuk meningkatkan loyalitas pelanggan, teman-teman UMKM perlu mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi loyalitas.

1. Kepuasan

Kepuasan merupakan pengukuran antara harapan para pelanggan dengan kenyataan yang diterima atau yang dirasakan.

2. Ikatan Emosi

Setiap pelanggan dapat terpengaruh oleh sebuah merek yang memiliki daya tarik tersendiri. Sebuah merek dapat mencerminkan karakteristik konsume.

Ikatan yang tercipta dari sebuah merek saat pelanggan merasakan ikatan yang kuat dengan pelanggan lainnya yang menggunakan produk atau jasa yang sama.

3. Kepercayaan

Kepercayaan merupakan kemauan seseorang untuk mempercayakan sebuah merek untuk melakukan atau menjalankan sebuah fungsinya.

4. Kemudahan

Pelanggan yang merasa dengan transaksi yang memberikan kemudahan. Bagian dari loyalitas pelanggan seperti pembelian produk secara teratur dapat didasari pada akumulasi pengalaman setiap saat.

Tahapan Siklus Pembelian dalam Membentuk Loyalitas Pelanggan

Setelah mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan, berikut ini ada beberapa tahapan siklus pembelian yang dapat membentuk loyalitas pelanggan yang harus pelaku UMKM pahami.

  1. Kesadaran para calon pelanggan terhadap produk akan muncul dari advertising dan promosi lainnya yang memposisikan keunggulan produk.
  2. Pembelian awal yang dilakukan pelanggan akan menimbulkan kesan positif atau negatif yang akan mempengaruhi apakah loyalitas pelanggan akan terpelihara atau tidak.
  3. Adanya kepuasan atau ketidakpuasan akan menjadi dasar pertimbangan untuk beralih pada produk lain atau tidak. Keputusan para pelanggan untuk membeli lagi merupakan sikap yang paling penting bagi loyalitas.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat UKM.

sumber:https://ukmindonesia.id

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan juragan lainnya.

Artikel Terkait

ADVERTISMENT

AnekaUKM - One-stop Solution for SMEs

Copyright © 2024 AnekaUKM. All rights reserved.