ADVERTISMENT

Ide

Mengenal Bawang Kucai dan Panduan Lengkap Membudidayakannya

Artikel ditulis olehCici Hokiku

Bawang Kucai atau daun kucai adalah salah satu jenis tanaman rempah yang dapat dijadikan sebagai bahan obat herbal. Namun, tak jarang dijadikan sebagai bahan masakan karena kucai dikenal sebagai sayuran daun. Nama ilmiah kucai adalah Allium tuberosum dan Allium ramosus.

Kucai berbeda dengan bawang batak atau lokio yang berdaun gilig dan berongga, kucai berdaun pipih dan memiliki bunga berwarna putih. Daun kucai memiliki aroma yang tajam dan pekat namun berbeda dengan aroma yang dimiliki oleh daun bawang ataupun daun prei, bunga dari kucai dapat dijadikan sebagai rempah penyedap. Nama kucai ini berasal dari bahasa Hokkian “Kú-chhài”. Tanaman kucai sendiri banyak dijumpai di Kawasan Asia Tenggara, selain itu kita juga dapat menemukan kucai di China, India dan Jepang.

Karena manfaat dan kegunaannya, banyak orang kini mulai melakukan budidaya bawang kucai atau Garlic Chives ini untuk dijadikan salah satu usaha mereka.

Berikut adalah cara budidaya Bawang Kucai :

1. Pengolahan Lahan Tanam

Lahan yang akan dijadikan sebagai lahan budidaya kucai harus diolah terlebih dahulu, tanah pada lahan digemburkan terlebih dahulu menggunakan cangkul atau bajak. Karena tanaman kucai menyukai pH sekitar 6-6,8, apabila terlalu asam maka perlu dilakukan pengapuran. Untuk satu hektar lahan dibutuhkan sekitar 1200 kg kapur pertanian.

Jika sudah, buatlah bedengan dengan ukuran sekitar 1-1,5 meter untuk lebarnya dan panjangnya menyesuaikan dengan panjang lahan tanam, selanjutnya lakukan pemupukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk organik dan pupuk TSP maupun Ponska.

2. Pemilihan Bibit Kucai

Kucai dapat diperbanyak dengan biiji ataupun tunas/anakan/rumpunnya. Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas maka ambil bibit dari tanaman yang telah berumur sekitar 2-3 bulan dan tanaman tersebutr sehat, bebesa dari hama penyakit. Hal yang perlu diperhatikan sebelum pemilihan bibit :

1-2 hari sebelum tanam, rumpun yang baru diambil dari tanaman induk dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran kemudian dibagi menjadi beberapa bagian umbi, jika umbi memiliki akar yang panjang dapat dipotong menggunakan gunting ataupun yang lainnya. Tentunya bibit yang dipilih adalah bibit yang sehat.

3. Penanaman Bawang Kucai

Umbi bibit yang telah didapatkan selanjutnya ditanam di lahan tanam. Umbi tersebut dimasukan dalam lubang tanam yang dibuat dengan cara ditugal dengan jarak tanam sekitar 15 cm–20 cm. Dalam setiap lubang diisi dengan 3-5 anakan , lalu timbun kembali dengan tanah disekitar umbi bibit dan padatkan. Penanaman ini baik dilakukan saat memasuki awal musim penghujan.

4. Perawatan Tanaman Kucai

Lakukan penyiraman pada tanaman kucai sebanyak sekali sehari apabila tidak turun hujan. Lakukan pula penyiangan terhadap gulma atau tanaman lain yang tumbuh disekitar tanaman kucai, hingga masa panen penyiangan ini dilakukan sebanyak 2 kali.

5. Pemupukan

Untuk hasil yang lebih meksimal lakukan pula pemupukan menggunakan pupuk NPK, Urea dan TSP. Dosis yang dibutuhkan yaitu 25-30 gram Urea per m2, 15-25 gram TSP per m2, dan 20-40 gram NPK per m2.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kucai

Hama yang sering menyerang tanaman kucai antara lain jenis krokot kecil atau gremi. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan melakukan penyiangan atau bisa juga setelah penanaman bibit disetiap sela diberi jerami. Penyakit yang sering menyerang tanaman kucai yaitu busuk daun yang disebabkan oleh cendawan atau jamur dan juga penyakit bulai yang disebabkan oleh virus atau bakteri.

7. Pemanenan Kucai

Bawang kucai dapat mulai dipanen setelah berumur sekitar 2 bulan, dan setelah pemanenan pertama pemanenan berikutnya dapat dilakukan setiap 1 bulan. Pemanenan ini dilakukan dengan cara memotong pangkal batang.

sumber: https://www.faunadanflora

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan juragan lainnya.

Artikel Terkait

ADVERTISMENT

AnekaUKM - One-stop Solution for SMEs

Copyright © 2024 AnekaUKM. All rights reserved.